Tasikmalaya, 25 Juli 2026 — UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Alauddin Makassar turut berpartisipasi dalam Workshop Nasional (WORKNAS) dan Musyawarah Nasional (MUNAS) Forum Institusi Layanan Bahasa (FILBA) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 23–25 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Rektorat Lantai 3 Kampus II Universitas Siliwangi.
Mengusung tema “Bridging Borders: The Strategic Role of Language Centres in Campus/University Internationalization,” kegiatan ini menjadi forum nasional bagi pimpinan dan pengelola pusat bahasa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat koordinasi, bertukar pengalaman, serta membahas strategi pengembangan layanan bahasa dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.


Kehadiran UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Alauddin Makassar, yang dihadiri oleh Prof. Dra. Hj. St. Azisah, M.Ed.St., Ph.D, dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kebahasaan sekaligus memperluas jejaring kelembagaan dengan berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperoleh informasi terkini mengenai pengembangan pusat bahasa, arah kebijakan layanan bahasa, sistem penjaminan mutu, serta peluang pengembangan program internasionalisasi.
Bahas Transformasi Pusat Bahasa dan Penjaminan Mutu
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan yang dihadiri oleh pimpinan Universitas Siliwangi, pengurus FILBA, narasumber, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dalam sesi pembukaan ditekankan pentingnya sinergi antarunit layanan bahasa dalam menghadapi tantangan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Sesi Keynote Speech menghadirkan sejumlah narasumber dari institusi nasional maupun internasional. Prof. Sisilia Setiawati Halimi, S.S., M.A., Ph.D. dari Universitas Indonesia membahas perkembangan pendidikan bahasa di perguruan tinggi Indonesia, tantangan globalisasi pendidikan, serta pentingnya inovasi dalam penyelenggaraan layanan bahasa. Pusat bahasa didorong untuk bertransformasi menjadi unit strategis yang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga menjadi mitra akademik dalam mendukung tridarma perguruan tinggi.
Materi berikutnya disampaikan Richard Stevenson bersama Gita Nasution yang mengangkat aspek Quality Assurance dalam penyelenggaraan layanan bahasa. Pembahasan menitikberatkan pada pentingnya standar pelayanan, peningkatan kompetensi tenaga profesional, evaluasi berkelanjutan, serta penerapan praktik internasional dalam pengelolaan language centre.
Selain itu, perwakilan SEAQIL (SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Language) memaparkan peluang kerja sama regional dalam pengembangan pendidikan bahasa. Sesi ini menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi untuk menghadapi tantangan pendidikan global dan memperluas akses terhadap program-program internasional.
Berbagi Praktik Baik dan Penguatan Jejaring
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti Parallel Session yang menghadirkan pemateri dari berbagai perguruan tinggi anggota FILBA. Sesi ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan pusat bahasa, mulai dari pengembangan program pelatihan dan tes kemampuan bahasa, pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi instruktur, hingga strategi peningkatan kepuasan pengguna layanan.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian, di antaranya pengembangan layanan berbasis digital, peningkatan kualitas instrumen tes bahasa, penguatan kerja sama internasional, serta pengembangan layanan profesional.
Pada hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional FILBA yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi program kerja, penyusunan rencana kegiatan organisasi, berbagai usulan anggota, serta penguatan peran FILBA sebagai organisasi profesi yang mewadahi lembaga layanan bahasa di Indonesia.
Hari ketiga diawali dengan lanjutan sidang Musyawarah Nasional yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain peningkatan kualitas layanan bahasa, pengembangan standar mutu nasional bagi pusat bahasa, penguatan jejaring kerja sama, peningkatan kompetensi tenaga profesional, serta pengembangan program internasional yang melibatkan anggota FILBA.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Institutional Networking yang membuka peluang komunikasi dan kolaborasi antarpimpinan pusat bahasa dari berbagai perguruan tinggi. Dalam sesi ini dibahas potensi kerja sama dalam pelatihan dan tes kemampuan bahasa, penelitian bersama, pertukaran narasumber, penyusunan program sertifikasi, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi ilmiah.
Dorong Internasionalisasi UIN Alauddin Makassar
Partisipasi UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Alauddin Makassar dalam WORKNAS dan MUNAS FILBA 2026 memberikan sejumlah manfaat strategis, terutama dalam memperkuat pemahaman mengenai arah pengembangan pusat bahasa yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan, digitalisasi, dan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Selain memperluas wawasan mengenai sistem penjaminan mutu dan inovasi layanan bahasa, kegiatan ini juga memperkuat jejaring dengan berbagai institusi anggota FILBA. Jejaring tersebut membuka peluang kolaborasi dalam bidang pelatihan bahasa, sertifikasi, penelitian, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ke depan, hasil workshop dan Munas FILBA akan menjadi salah satu referensi bagi UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Alauddin Makassar dalam melakukan evaluasi tata kelola, mengembangkan sistem penjaminan mutu, memperkuat layanan berbasis teknologi informasi, serta menyusun program kolaboratif dengan institusi anggota FILBA.
Melalui keikutsertaan dalam forum nasional tersebut, UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan bahasa yang profesional, berkualitas, adaptif, dan mendukung visi internasionalisasi universitas.
